Pintu SurgaMU - Raudhah adalah tempat yang banyak diburu oleh mereka yang berziarah
ke Madinah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis “
Antara rumahku dan
mimbarku ada satu Raudhah (taman) diantara taman-taman surga.”
Namun, area Raudhah yang sempit tidak sebanding dengan mereka yang
ingin masuk kesana. Jadi petugas setempat membuat peraturan bagi mereka
yang ingin masuk kesana dengan mengantre.
Demikian dengan jamaah perempuan yang berkeinginan untuk masuk ke
Raudhah. Biasanya, jamaah perempuan akan dibagi-bagi menurut asal
negaranya, yaitu grup Arab, grup Iran, grup Pakistan, grup Turki, dan
grup Melayu.
Berikut tips bagi jamaah haji perempuan yang ingin masuk ke Raudhah, seperti dikutip dari buku Panduan Haji untuk perempuan.
1. Perlu diingat, membawa bekal makanan ke dalam masjid adalah
diarang. Makanan akan disita oleh asykar yang berjaga di pintu masuk
setelah shalat Subuh. Jadi, sebaiknya menyempatkan diri untuk sarapan
sebentar di sekitar Hafeawi. kemudian kembali mengantre untuk masuk
menunggu giliran masuk ke Raudhah. Sibukkanlah diri dengan memperbanyak
mengaji, berzikir, atau shalawat ketika menunggu daripada berbincang tak
tentu ujung pangkatnya dengan anggota rombongan yang lain.
2. Kemudian yang tak kalah pentingnya, perkirakan dengan tepat waktu
kunjungan ke Raudhah, termasuk waktu untuk mengantre apabda ada jadwal
lain. Seperti kejadian seorang jamaah yang tergesa-gesa ingin berziarah
ke Masjid Nabawi dan mengantre masuk ke Raudhah, namun tak lama lagi ia
akan pulang ke Tanah Air. Akhirnya ia terpaksa menyalip antrian. Tentu
hal ini akan menimbulkan rasa kurang nyaman bagi mereka yang telah lama
menunggu dan mengantre.
3. Untuk menghindari kehilangan sandal, selalu ingat baik-baik nomor
rak sandal. Sebaiknya menggunakan sepatu atau sandal yang modelnya
sangat biasa, sejauh fungsinya memadai, tidak ada masalah. Karena rentan
sekali jamaah yang kehilangan sendal. Di sekitar Masjid Nabawi banyak
sekali toko dan penjual kaki lima yang menjual sendal jepit.
4. Membuat janji atau kesepakatan pulang bersama. Apabila pulang
bersama rombongan atau dengan suami/istri, buatlah perjanjian atau
kesepakatan akan menunggu di mana dan pukul berapa. Biasanya kaum
laki-Iaki akan menunggu di pelataran masjid di depan pintu keluar untuk
perempuan.
5. Perkirakan waktu shalat. Sama dengan di Masjidilharam, beribadah
di Masjid Nabawi pun perlu strategi tersendiri, terutama untuk
mendapatkan tempat yang strategis. Meski jarak antara Masjid Nabawi dan
hotel atau penginapan relatif lebih dekat daripada di Masjidilharam,
lebih baik datang di awal waktu. Datanglah minimal setengah sampai satu
jam sebelum waktu shalat. Apabila tiba di masjid pada waktu azan awal
berkumandang, bersiaplah kesulitan mencari tempat atau shalat di
pelataran masjid.