As'salaamu alaikum wr. wb.
Pintu SurgaMU - Biasanya
titik nol sebuah kota tepatnya di alun-alun kota dan titik nol manusia
adalah ketika dia dilahirkan ke dunia. Tapi ada juga yang berpendapat
ketika dia mulai masuk aqil balig, dimana mulai diperhitungkan segala
amalannya. Dan bagi para mualaf titik nol mereka adalah ketika mereka
masuk ke dalam keislaman.
Jika sebuah ilustrasi titik nol itu
adalah saat kelahiran kita di dunia, berarti sesungguhnya ada titik
dimana sebelum nol yang bisa kita sebut sesuai dengan judul bahasan
adalah “before zero”. Apakah sebenarnya yang terjadi “
Before Zero”
tersebut?
Sebelum setiap manusia lahir ke dunia. Allah telah
mengambil kesaksian dari setiap jiwa atau ruh manusia. Kita akan memulai
dari ayat, “Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa,
sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS.
Al Insaan, 76 : 1)
Dan bagaimana proses penciptaan yang
digambarkan dalam ayat, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan
keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”
mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami
lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan,
“Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap
ini (keEsaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)
Berkaitan dengan
ayat ini, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Ketika Allah
menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka dari punggung itu
setiap ruh yang menyerupai biji atom berjatuhan, yang Dia (Allah) adalah
penciptanya sejak itu sampai hari kiamat kelak”. (HR. Imam Tirmidzi)
Dari
ubay bin Ka’ab ia mengatakan, “Mereka (ruh tersebut) dikumpulkan, lalu
dijadikan berpasang-pasangan, baru kemudian mereka dibentuk. Setelah itu
mereka pun diajak berbicara, lalu diambil dari mereka janji dan
kesaksian, “Bukankah Aku Tuhanmu?”, mereka menjawab “Benar”.
Sesungguhnya
Aku akan mempersaksikan langit tujuh tingkat dan bumi tujuh tingkat
untuk menjadi saksi terhadap kalian, serta menjadikan nenek moyang
kalian Adam sebagai saksi, agar kalian tidak mengatakan pada hari kiamat
kelak, “Kami tidak pernah berjanji mengenai hal itu”.
Ketahuilah
bahwasanya tiada Tuhan selain Aku semata, tidak ada Rabb selain diriKu,
dan janganlah sekali-kali kalian mempersekutukanKu. Sesungguhnya Aku
akan mengutus kepada kalian para RasulKu yang akan mengingatkan kalian
perjanjianKu itu. Selain itu Aku juga akan menurunkan kitab-kitabKu”.
Maka merekapun berkata, “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami,
tidak ada Tuhan bagi kami selain hanya Engkau semata”.
Dengan
demikian mereka telah mengakui hal tersebut. Kemudian Adam diangkat di
hadapan mereka dan ia (Adam) pun melihat kepada mereka, lalu ia melihat
orang yang kaya dan orang yang miskin, ada yang bagus dan ada juga yang
sebaliknya. Lalu Adam berkata, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau menyamakan
di antara hamba-hambaMu itu”.
Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku
sangat suka untuk Aku disyukuri”. Dan Adam melihat para nabi di antara
mereka seperti pelita yang memancarkan cahaya pada mereka”. (HR. Ahmad)
Inilah
peristiwa yang terjadi di Alam ruh, setiap jiwa dari manusia telah
diambil kesaksian dan melakukan perjanjian dengan Allah SWT, dengan Nabi
Adam dan penduduk langit sebagai saksi. Secara fitrah kita memang lupa
akan perjanjian itu, karena itu Allah mengingatkan sesuai dengan hadits
di atas ; “Sesungguhnya Aku (Allah) akan mengutus kepada kalian para
RasulKu yang akan mengingatkan kalian perjanjianKu itu.”
Dan
dinyatakan juga dalam Al Qur’an sebagaimana ayat, “Dan mengapa kamu
tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu
beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil
perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al
Hadiid, 57 : 8)
Karena itu kenyataan yang harus dihadapi oleh
setiap manusia adalah; sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun yang lahir
ke dunia ini, kecuali Allah telah mengambil perjanjian dan kesaksian
mereka ketika di alam ruh, bahwa Allah adalah Rabb mereka, dan Allah
melakukan hal ini agar mengujinya dalam kehidupan dunia agar pada hari
akhirat nanti tidak ada satupun manusia yang akan mengingkari tentang
keEsaan Allah, atau agar tidak ada alasan manusia untuk mengatakan bahwa
mereka mengikuti agama dari bapak dan nenek moyang mereka, sehingga
mereka hidup di dunia dengan menyekutukan Allah.”
Itulah secara
garis besar yang dapat dipaparkan dari apa yang terjadi di alam ruh,
yaitu sebelum kita ditiupkan ke Alam Rahiim yang kemudian lahir di
dunia, yang disebut alam dunia. Inilah ilustrasi “Before Zero” sebelum
titik nol, dan semoga kita semua menyakini dari apa yang telah Allah SWT
nyatakan dalam Al Qur’an dan telah pula Rasul ingatkan dalam hadits
tentang perjanjian kita tersebut.
Dan semoga kita selalu menjadi
orang-orang yang memegang teguh perjanjian tersebut. Aamiin, Yaa Rabbal
‘Aalamiin. Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca,
karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.
Sumber : http://www.republika.co.id